Cara Nerjemahin Aplikasi Kehidupan Sehari-hari Jepang di iPhone
LINE, PayPay, Tabelog, HotPepper Beauty, portal kelurahan — aplikasi yang beneran kamu butuhin di Jepang hampir semuanya bahasa Jepang. Begini cara bacanya.
Kamu pindah ke Jepang. Udah dapet apartemen, residence card, rekening bank. Udah settle. Sekarang kamu butuh potong rambut.
Kamu buka HotPepper Beauty — aplikasi yang dipake semua orang di Jepang buat booking salon. Tujuh puluh ribu salon terdaftar, kupon buat pelanggan baru, diskon 10% kalau booking online. Keren, kecuali seluruh aplikasinya bahasa Jepang. Setiap deskripsi salon, setiap pilihan menu, setiap detail kupon. Kamu nggak bisa bedain lagi booking potong rambut, perm, atau perawatan kulit kepala.
Jadi kamu screenshot layarnya. Pindah ke Google Translate. Upload. Tunggu. Baca terjemahannya. Balik lagi. Coba inget tombol mana yang tulisannya apa. Screenshot layar berikutnya. Ulangi.
Buat potong rambut doang.
Ini kehidupan sehari-hari di Jepang dengan hampir 4 juta penduduk asing — dan bukan hal-hal wisata yang bikin repot. Ini aplikasi-aplikasi biasa sehari-hari yang orang Jepang pake tanpa mikir, yang nggak ada alasan buat support bahasa Inggris karena seluruh penggunanya baca bahasa Jepang.
Aplikasi yang Nggak Ada yang Ngasih Tau
Setiap panduan “aplikasi wajib di Jepang” selalu bahas lima hal yang sama: Google Maps, Google Translate, aplikasi kereta, mungkin LINE. Saran level turis buat jalan-jalan level turis.
Tapi kalau kamu beneran tinggal di sini, HP-mu keisi aplikasi yang beda banget. Justin Searls, developer Amerika yang bolak-balik antara AS dan Jepang, ngejelasin dengan tepat — setiap trip ke Jepang butuh “satu home screen penuh aplikasi yang cuma ada di App Store Jepang.” Jepang bikin software buat konsumsi domestik. Buat hampir setiap fungsi kehidupan sehari-hari yang ditangani aplikasi populer di Barat, ada aplikasi beda yang mendominasi pasar yang sama di Jepang. Dan aplikasi itu bahasa Jepang.
Ini daftar yang beneran — aplikasi yang ngatur kehidupan sehari-hari kamu di Jepang, diurutin berdasarkan seberapa nyiksa kalau nggak bisa bacanya.
Tier 1: Kamu Literally Nggak Bisa Fungsi Tanpa Ini
LINE — Ini bukan aplikasi chat. Ini infrastruktur. Pemilik kos chat kamu lewat LINE. Sekolah anak kamu kirim pengumuman lewat LINE. Klinik lokal konfirmasi janji lewat LINE. Kantor kelurahan kirim peringatan bencana lewat LINE. Perusahaan gas kirim notifikasi tagihan lewat LINE.
LINE emang punya UI bahasa Inggris — kalau HP-mu di-set ke bahasa Inggris, menu dan pengaturan keterjemahin. Tapi ini yang nggak keterjemahin: setiap pesan dari akun resmi, setiap kupon, setiap notifikasi dari bisnis, setiap group chat di mana tetanggamu diskusi jadwal buang sampah, setiap pengumuman sekolah soal hari olahraga anakmu. Kontennya LINE itu bahasa Jepang, karena yang nulis orang Jepang. Kamu bisa baca tulisan “Message” di tombolnya, tapi nggak bisa baca pesannya.
PayPay — Lebih dari 60 juta pengguna. Diterima di 3,7 juta lokasi. Pembayaran mobile paling dominan di Jepang. Kedai ramen kecil yang nggak terima kartu kredit? Terima PayPay. Warung di festival? PayPay. Laundry di deket rumah? PayPay.
UI dasar PayPay ganti ke bahasa Inggris kalau bahasa HP-mu Inggris. Tapi begitu kamu perlu lakuin apa pun selain tap-to-pay — isi saldo di ATM 7-Eleven (interface-nya bahasa Jepang doang), baca detail kampanye cashback, paham syarat PayPay Points, navigasi fitur asuransi atau investasi yang terus ditambahin — kamu balik lagi ke bahasa Jepang. Dan beberapa halaman link di dalam aplikasinya nggak pernah ganti ke bahasa Inggris sama sekali.
Aplikasi bank — MUFG, SMBC, Mizuho, Japan Post Bank. Kamu butuh salah satu dari ini. SMBC punya aplikasi bahasa Inggris yang lumayan bagus dan brand PRESTIA mereka nawarin banking full bahasa Inggris. Aplikasi Yucho Japan Post Bank juga support bahasa Inggris. Tapi MUFG — salah satu bank paling umum — support bahasa Inggrisnya terbatas, dan registrasi online mereka bahkan nggak work buat warga negara asing. Harus dateng ke cabang.
Masalah sebenarnya bukan layar utama banking. Ini alur-alur sekundernya: setting pembayaran utilitas otomatis, baca deskripsi transaksi (yang bahasa Jepang karena merchant-nya Jepang), paham pemberitahuan biaya, navigasi labirin layar konfirmasi transfer. Satu tap salah di layar transfer bukan “aduh, salah pesan di restoran.” Ini duit yang masuk ke rekening yang salah.
Tier 2: Aplikasi Gesekan Harian
Tabelog — Yelp-nya Jepang, kecuali orang beneran percaya reviewnya. Tabelog pake skala 1-5 yang brutal jujurnya di mana 3,0 artinya “sesuai ekspektasi” — beda sama kultur review Amerika di mana apa pun di bawah 4,5 itu mencurigakan. Ini aplikasi cari restoran definitif. Lebih dari 900.000 restoran terdaftar.
Tabelog ngeluncurin aplikasi multibahasa di akhir 2025 buat turis, yang lumayan. Tapi ada catch-nya: versi Inggris kenain biaya sistem 440 yen per booking yang versi Jepangnya nggak ada. Dan versi Inggris nggak punya search bar buat nama restoran spesifik. Tabelog yang beneran — dengan review lengkap, sorting berdasarkan ranking (fitur premium yang worth it buat dibayar), filter detail — itu masih bahasa Jepang.
HotPepper Beauty — Aplikasi booking salon dan kecantikan. Lebih dari 150.000 salon terdaftar. Bahasa Jepang doang. Nggak ada opsi bahasa Inggris sama sekali. Ini yang bikin setiap expat kaget karena nggak ada jalan lain. Salon yang ngomong Inggris emang ada, tapi lebih mahal dan lebih susah di-booking. HotPepper punya pilihan paling banyak, kupon paling bagus (diskon 10% booking pertama), dan booking 24/7. Tapi setiap deskripsi salon, setiap profil stylist, setiap menu, setiap review bahasa Jepang.
HotPepper Gourmet — Saudara reservasi restorannya. Beda sama Tabelog, HotPepper Gourmet emang punya beberapa konten web bahasa Inggris. Tapi aplikasinya — yang kamu butuhin buat reservasi hari itu, kupon, dan inventaris listing lengkap — kebanyakan bahasa Jepang. Kuponnya yang jadi daya tarik utama. Deal nomihoudai (all-you-can-drink), paket course meal, spesial ulang tahun. Semua dideskripsiin dalam bahasa Jepang, semua butuh bahasa Jepang buat booking.
Aplikasi delivery — Uber Eats work dalam bahasa Inggris. Demae-can, yang punya jaringan restoran lebih luas di banyak area, bahasa Jepang doang. Menu restoran, deskripsi item, opsi kustomisasi (“ukuran besar,” “tambah mie,” “tanpa daun bawang”) — semua bahasa Jepang. Dan kalau driver nelpon karena nggak bisa nemuin apartemenmu? Teleponnya bahasa Jepang.
Mercari — Aplikasi pasar loak terbesar di Jepang. Mercari ngeluncurin UI bahasa Inggris parsial di November 2025 — navigasi dan menu keterjemahin, tapi setiap deskripsi listing, catatan kondisi, dan pesan penjual tetep bahasa Jepang karena penjualnya nulis dalam bahasa Jepang. Kita bahas ini lebih detail di panduan beli dari Jepang. Dari sisi kehidupan sehari-hari: expat pake Mercari buat semuanya. Furniture pas pertama pindah. Peralatan dapur. Baju anak. Jaket musim dingin. Ini Craigslist-meets-eBay-nya Jepang, dan browsing-nya dalam bahasa Jepang itu skill expat wajib.
Tier 3: Aplikasi Pemerintah dan Birokrasi
Di sinilah taruhannya beneran tinggi.
Mynaportal (portal My Number) — Kartu My Number kamu itu identitasmu di Jepang. Itu kartu asuransi kesehatan, ID pajak, dan makin jadi kunci layanan pemerintah digital. Aplikasi Mynaportal adalah cara kamu akses info pensiun, catatan pajak, sertifikat vaksinasi, dan layanan kota secara online. Aplikasinya mayoritas bahasa Jepang. Beberapa langkah ada prompt bahasa Inggris, dan chatbot-nya sekarang support banyak bahasa, tapi pengalaman intinya — baca status pensiun, paham pemberitahuan pajak, navigasi layanan kota yang terhubung — bahasa Jepang.
Layanan online kantor kelurahan — Setiap kota/kabupaten di Jepang punya sistemnya sendiri. Beberapa punya aplikasi, kebanyakan punya website, hampir nggak ada yang punya support bahasa Inggris yang meaningful. Perlu registrasi pindah alamat online? Bahasa Jepang. Ngajuin stiker pembuangan sampah buat barang berukuran besar? Bahasa Jepang. Cek status Asuransi Kesehatan Nasionalmu? Bahasa Jepang. Bahkan kelurahan di Tokyo dengan populasi asing yang besar — Shinjuku, Minato, Shibuya — bahasa Inggris di portal digitalnya terbatas.
Asuransi Kesehatan Nasional — Sistem kesehatan Jepang menanggung 70% biaya medis, yang luar biasa. Tapi paham cakupanmu, cek tagihanmu, dan navigasi sistemnya semua bahasa Jepang. Pas kamu dateng ke klinik, formulir pendaftaran (monshin-hyou) bahasa Jepang. Kuesioner gejalanya bahasa Jepang. Instruksi resep bahasa Jepang. Beberapa klinik di kota besar punya formulir multibahasa, tapi klinik RT tempat dokter umummu praktek? Kemungkinan nggak.
Nenkin Net (portal pensiun) — Kalau kamu kerja di Jepang, kamu bayar ke sistem pensiun. Nenkin Net buat ngecek riwayat kontribusi, estimasi manfaat masa depan, dan urusin tugas administratif. Interface-nya bahasa Jepang. Ini penting banget waktu kamu ninggalin Jepang dan mau klaim penarikan lump-sum — kamu harus paham apa yang udah kamu bayar dan apa yang jadi hak kamu.
eTax — Lapor pajak online. Bahasa Jepang. Formulir kertasnya ada panduan bahasa Inggris terpisah, tapi sistem pelaporan digital yang sebenarnya bahasa Jepang.
Tier 4: Aplikasi “Nggak Nyangka Butuh Ini”
Yahoo Japan Weather / Peringatan bencana — Aplikasi cuaca pilihan Jepang, dan yang krusial, aplikasi peringatan bencana. Bosai Sokuhou (防災速報) Yahoo nge-push peringatan dini gempa, peringatan tsunami, perintah evakuasi, dan update tifun. Bahasa Jepang doang. Nggak ada opsi bahasa Inggris. Pas gempa dateng jam 3 pagi dan HP-mu bunyi dengan peringatan yang nggak bisa kamu baca, itu momen yang nggak enak. (Safety Tips dan aplikasi NERV nawarin alternatif bahasa Inggris khusus buat bencana, tapi prakiraan cuaca harian komprehensif yang dipake penduduk Jepang itu domain-nya Yahoo.)
Aplikasi jadwal sampah — Sistem pemilahan sampah Jepang itu legendaris rumitnya. Sampah bakar, nggak bisa dibakar, daur ulang, botol PET, kaleng, kertas, karton, barang berukuran besar — masing-masing di hari yang beda, masing-masing dengan aturan beda, beda-beda tiap kelurahan. Banyak kota punya aplikasi pemilahan sampah. Beberapa support bahasa Inggris (punya Yokohama iya). Banyak yang nggak. Kelewat hari buang sampah atau salah milah, dan kantong sampahmu ditinggal di pinggir jalan dengan stiker sopan tapi tegas dalam bahasa Jepang yang ngejelasin apa yang kamu lakuin salah.
Kuroneko Yamato / Sagawa delivery — Layanan pengiriman Jepang itu luar biasa — delivery sesuai jendela waktu, penjadwalan ulang pengiriman, pickup di loker. Kuroneko Yamato punya tracking dan opsi redelivery bahasa Inggris. Sagawa jauh kurang ramah bahasa Inggris — hotline redelivery-nya bahasa Jepang doang, dan fitur lengkap butuh registrasi Smart Club dalam bahasa Jepang.
Jalan — Aplikasi booking hotel domestik. Expedia-nya Jepang, tapi lebih bagus buat ryokan dan penginapan lokal yang nggak listing di platform internasional. Harganya per tamu bukan per kamar (norma budaya), dan paket makan itu kriteria pencarian utama. Semuanya bahasa Jepang. Ryokan pedesaan yang nyajiin makan malam kaiseki yang luar biasa dan punya onsen sendiri? Ada di Jalan, bukan Booking.com.
Rakuten Ichiba / Rakuten Pay — Ekosistem Rakuten itu masif. Rakuten Pay adalah pembayaran mobile terpopuler ketiga, tapi interface aplikasinya bahasa Jepang doang. Rakuten Ichiba (marketplace belanja) punya “Global Market” terpisah dalam bahasa Inggris, tapi itu subset kurasi dengan markup. Rakuten yang beneran — katalog lengkap, sistem poin yang obsesif dioptimasin penduduk lokal, event Super Sale — bahasa Jepang. Rakuten emang ngerilis aplikasi manajemen kartu kredit bahasa Inggris (Rakuten Card Lite), yang lumayan, tapi ekosistem yang lebih luas tetep bahasa Jepang.
Kenapa Workaround Biasa Nggak Cukup
Kalau kamu udah di Jepang lebih dari seminggu, kamu pasti udah coba ini:
Loop screenshot-ke-Google Lens — Screenshot aplikasinya. Pindah ke Google Lens. Upload. Tunggu. Baca. Balik. Lupa tombol mana yang apa. Ulangi buat layar berikutnya. Ini work buat menu restoran. Nggak work buat alur booking salon 12 layar, transfer bank, atau formulir kantor kelurahan di mana kamu harus paham setiap field sambil ngeliatnya.
Apple Live Text / Translate — Cuma work di teks yang bisa diseleksi. Kebanyakan interface aplikasi nge-render teks sebagai elemen UI yang nggak bisa diseleksi, gambar, atau komponen custom. Tombol yang tulisannya 予約する (pesan) bukan teks yang bisa dicopy. Itu tombol yang di-render. Kamu nggak bisa seleksi, jadi nggak bisa terjemahin.
Google Translate berbasis browser — Work buat website. Kebanyakan layanan ini adalah aplikasi native, bukan website. Terjemahan Safari nggak bisa masuk ke dalam PayPay atau Tabelog atau HotPepper Beauty.
“Belajar bahasa Jepang aja” — Iya, jelas. Bahasa Jepang diklasifikasiin sebagai bahasa Kategori IV oleh Departemen Luar Negeri AS — kira-kira 2.200 jam kelas buat lancar. Itu 4+ tahun belajar full-time. Sementara itu, kamu tetep butuh potong rambut. Aplikasinya nggak nunggu skill kanji kamu nyusul.
Minta tolong teman Jepang — Work sampai jam 10 malem dan kamu harus booking janji klinik buat besok pagi. Atau sampai kamu udah minta rekan kerja nerjemahin tagihan utilitas buat keempat kalinya dan utang sosialnya mulai berasa berat.
Gap fundamentalnya: setiap workaround ngewajibkan kamu keluar dari aplikasi yang lagi kamu pake. Dan buat alur multi-langkah — booking salon, navigasi pembayaran, isi formulir kantor kelurahan — keluar dari aplikasi artinya kehilangan konteks, kehilangan posisi, dan ngubah tugas 5 menit jadi 30 menit penderitaan.
Nerjemahin Aplikasi Tanpa Ninggalin Aplikasinya
PiP Screen Translate naruh overlay terjemahan mengambang di atas aplikasi apa pun yang lagi kamu pake di iPhone. Dia baca teks Jepang di layar lewat OCR dan nampilin terjemahan bahasa Inggris (atau bahasa apa pun) di jendela picture-in-picture — tanpa ganti aplikasi, tanpa screenshot, tanpa ganggu workflow-mu.
Buka overlay-nya, mulai sesi, pindah ke HotPepper Beauty atau PayPay atau portal kantor kelurahanmu. Terjemahannya ngambang di atas. Scroll listing salon, terjemahannya update. Navigasi ke layar berikutnya, dia baca konten baru. Kamu lihat “Hair Cut + Shampoo + Blow Dry” sambil ngeliat tombol booking yang sebenarnya.
Yang ditangani dengan bagus
Interface aplikasi — Item menu, label tombol, navigasi, field formulir. Teks terstruktur yang jadi 80% dari aplikasi mana pun. “Tanggal reservasi,” “Jumlah tamu,” “Metode pembayaran,” “Konfirmasi booking.” Di sinilah overlay-nya nunjukin nilainya — kamu paham interface-nya sambil makenya.
Deskripsi listing — Menu salon di HotPepper, deskripsi restoran di Tabelog, catatan kondisi barang di Mercari, detail course meal di HotPepper Gourmet. Blok-blok teks Jepang yang berisi informasi yang beneran kamu butuhin.
Pesan akun resmi di LINE — Konfirmasi janji klinik, notifikasi tagihan utilitas, pengumuman sekolah. Buka chat LINE-nya, overlay nerjemahin konten pesannya.
Teks portal pemerintah — Formulir kantor kelurahan, layar Mynaportal, pemberitahuan asuransi kesehatan. Bahasa Jepang formal dengan formatting konsisten terjemahannya bagus.
Di mana dia struggle
Jujur soal ini:
Teks kecil dan layout padat — Beberapa aplikasi Jepang jejalin banyak informasi dalam ukuran font kecil. OCR ada limitnya, terutama di iPhone lama. Zoom in bantu, tapi beberapa layar yang super padat mungkin miss detail.
Terminologi khusus — Formulir medis, dokumen pajak, catatan pensiun. Overlay kasih kamu gambaran umum, tapi buat apa pun yang mau kamu tanda tangani atau submit, verifikasi detailnya dengan penerjemah manusia atau terjemahan manual yang teliti. Overlay-nya itu first pass, bukan penasihat hukum.
Kecepatan buat scrolling cepat — Ada sedikit delay antara pergantian layar dan update terjemahan. Buat browsing listing Tabelog atau scroll Mercari, pause sebentar di tiap layar. Buat ngisi formulir atau baca pesan, pace-nya oke.
Teks tulisan tangan — Kalau asosiasi RT ninggalin catatan tulisan tangan soal aturan parkir, OCR bakal struggle. Teks cetak standar di aplikasi work bagus; tulisan tangan di bahasa apa pun emang susah buat OCR.
Buat navigasi aplikasi kehidupan sehari-hari — booking sesuatu, bayar sesuatu, baca sesuatu, paham tombol apa buat apa — ini work. Buat 5% situasi di mana kamu butuh akurasi sempurna per karakter di dokumen legal, pake ini sebagai titik awal lalu verifikasi.
Stack Terjemahan Harian
Situasi beda butuh tools beda. Setelah ngalamin ini sendiri, ini yang beneran work:
Buat interface aplikasi — Overlay PiP Screen Translate. Ini yang buat PayPay, HotPepper Beauty, Tabelog, portal kantor kelurahan, pesan akun resmi LINE, alur banking — aplikasi apa pun di mana kamu harus paham interface-nya sambil makenya.
Buat terjemahan teks yang teliti — DeepL atau Google Translate. Kalau kamu punya teks spesifik — klausul sewa, email dari HR perusahaan, surat dari kantor pajak — dan butuh terjemahan presisi dan teliti, paste ke translator khusus.
Buat percakapan — Mode percakapan Google Translate atau Apple Translate. Pas kamu di klinik coba jelasin gejala, atau lagi telepon sama layanan delivery. Terjemahan ucapan real-time.
Buat belajar — Belajar bahasa Jepang beneran. Aplikasi kayak WaniKani buat kanji, Anki buat kosakata, HelloTalk buat latihan percakapan. Overlay-nya jembatani gap, tapi ngebangun kemampuan baca itu solusi jangka panjang. Setiap kanji yang kamu pelajari itu satu hal lagi yang nggak perlu diterjemahin.
Ini bukan tools yang bersaing. Kamu bakal pake semuanya di hari yang sama. Overlay buat booking HotPepper Beauty pagi hari. DeepL buat surat pensiun yang bikin bingung. Mode percakapan Google Translate di laundry. WaniKani di kereta pulang.
FAQ
Overlay-nya work sama pesan LINE?
Iya. Buka chat LINE dengan akun resmi (klinikmu, perusahaan gas, sekolah anak), dan overlay nerjemahin konten pesannya. Buat group chat di mana teman-teman ngetik, cara kerjanya sama — meskipun bahasa Jepang kasual dengan slang dan singkatan terjemahannya kurang rapi dibanding pesan bisnis formal.
Bisa dipake buat ngisi formulir Jepang?
Overlay-nya bantu kamu baca formulirnya — paham apa yang ditanyain tiap field. Kamu tetep harus ngetik jawaban dalam bahasa Jepang kalau diminta (keyboard Jepang Google dengan input romaji bantu di sini). Overlay bilang field-nya tulisannya “alamat”; kamu tetep harus ngetik alamatmu dalam bahasa Jepang.
Gimana kalau aplikasinya banyak pake gambar dengan teks di dalamnya?
Menu restoran yang difoto jadi gambar, banner promosi dengan teks yang di-bake ke dalam grafis — ini lebih susah buat tools terjemahan mana pun. Overlay baca teks yang di-render di layar, bukan teks di dalam foto. Buat aplikasi yang banyak gambarnya, hasilnya bervariasi.
Work offline nggak?
OCR (baca teks di layar) jalan di perangkat. Terjemahan sebenarnya butuh internet. Di Jepang, dengan WiFi yang ada di mana-mana dan data mobile yang terjangkau, ini jarang jadi masalah. Tapi nggak bakal work di kereta bawah tanah antar stasiun kalau sinyal ilang.
Berguna nggak kalau udah bisa bahasa Jepang level menengah?
Banget. Bahkan speaker N3/N2 nabrak tembok dengan kosakata khusus — istilah asuransi, jargon perbankan, birokrasi kota, kuesioner medis. Ini bukan kata-kata dari buku Genki bab 12. Overlay-nya bantu dengan 20% kosakata yang levelmu sekarang belum cover, yang sering kali 20% yang paling penting.
Gimana soal privasi sama aplikasi banking?
OCR jalan di iPhone-mu. Teksnya dikirim ke API terjemahan buat terjemahan sebenarnya, sama kayak aplikasi terjemahan mana pun. Konten layar nggak disimpan. Buat sesi banking yang sensitif, kamu bisa mulai dan stop overlay sesuai kebutuhan — terjemahin navigasinya buat paham posisimu, lalu stop sebelum masukin detail akun.
Hampir 4 juta penduduk asing tinggal di Jepang. Angkanya naik tiap tahun. Aplikasi yang mereka harus pake tiap hari dibikin buat audiens Jepang, dan kebanyakan bakal tetep kayak gitu — nggak ada business case buat HotPepper Beauty bikin aplikasi bahasa Inggris kalau 99% penggunanya baca bahasa Jepang.
Language barrier di Jepang bukan di bandara atau restoran. Ini di hal-hal yang biasa. Booking potong rambut. Jadwal buang sampah. Portal pensiun. Aplikasi-aplikasi yang ngatur kehidupan sehari-hari.
Kalau kamu lagi navigasi itu sekarang, atau mau — cek panduan kita soal survive language barrier (ditulis soal China, tapi strategi terjemahannya berlaku) atau minggu pertama di luar negeri buat versi mahasiswanya.
PiP Screen Translate ada di App Store. Free trial, nggak perlu akun.
Postingan terkait
Cara Nerjemahin Aplikasi Perancis di iPhone (Panduan Expat)
Ameli, CAF, Leboncoin, impots.gouv — aplikasi penting Perancis semuanya bahasa Perancis. Begini cara beneran makenya di iPhone tanpa fasih bahasa Perancis.
Cara Nerjemahin Aplikasi Jerman di iPhone (Panduan Survival Expat)
DB Navigator, Sparkasse, Kleinanzeigen, portal asuransi kesehatan — aplikasi penting Jerman semuanya stuck di bahasa Jerman. Begini cara beneran makenya.
Stop Bayar Jasa Proxy: Cara Terjemahin Aplikasi Belanja Jepang di iPhone
Mercari Japan, Yahoo Auctions, Surugaya — deal terbaik itu dalam bahasa Jepang. Begini cara beneran baca listing-nya di iPhone daripada bayar jasa proxy markup 30-100%.